Memilih Sepatu Gunung Yang Bagus  

shoes-1110289_1280

Hallo, ada yang punya hobi mendaki gunung? Atau tiba-tiba ngebet mau naik gunung setelah nonton film tema persahabatan yang mengambil latar gunung Semaru? Siapa hayo? Ngaku! Haha. Jujur aku juga kepingin. Habis gimana sih, panorama yang dishoot cakep-cakep. Tapi inginku hanya sebatas keinginan. Belum terealisasi sampai sekarang. Banyak aja kendalanya. Salah satunya karena hamil melahirkan, dan anak masih bayi.

Lagi pula, untuk pendaki pemula atau wannabe sepertiku, banyak hal yang harus disiapkan. Mulai dari fisik, mental, sampai peralatan. Persiapan fisik bisa berupa jogging rutin, dan belajar membiasakan mendaki gunung atau bukit yang ngga terlalu tinggi. Dengan membiasakan mendaki dan bertemu banyak rintangan, mental juga akan terlatih nantinya. Satu lagi, luruskan niat juga. Jangan cuma kepingin mendaki karena kena racun film. Pendaki harus punya mental pendaki. Yang bertanggung jawab pada idiri sendiri juga Tuhan sebagai pemilik alam. Jangan buang sampah sembarangan, jangan merusak, dan jangan konyol. Karena gunung bukan tempat piknik. Bukan tempat gaya-gayaan. Bukan juga tempat untuk jumawa menantang maut. Pendaki harus sadar betul dan tau betul apa tujuan mendaki. Kalau sudah faham smua itu, bolehlah menjadikan mendaki sebagai hobi yang menyenangkan.

Bagaimana bisa menyenangkan kalau banyak aturan? Harus ini harus itu ngga boleh ini, ngga boleh itu. Bahkan kadang, masuk kawasan gunung kudu di periksa petugas jaga wana juga. Apakah peralatan sudah lengkap. Seperti jaket gunung, sleeping bag, tenda, sepatu, dan lain-lain. Gaes, kalau sudah hobi, percaya deh apapun aturannya ngga akan memberatkan. Apalagi yang akan didapat sebanding. Bukan cuma pemandangan gunung, tapi juga kepuasan batin karena berhasil mrngalahkan ego. Sehingga semua rasa lelah setelah mendaki akan terbayar ketika berada di puncak. Terlebih saat bisa kembali pulang dengan selamat.

Salah satu faktor yang mendukung keselamatan adalah peralatan dan perlengkapan mendaki. Semuanya harus memenuhi standar. Sepatu misalnya. Ngga bisa dong sepatu footsal dipakai naik gunung. Naik gunung ya pakai sepatu gunung.

Dalam memilih sepatu gunung, kita juga ngga boleh asal lho. Kenapa? Karena fungsi dari sepatu sangat penting. Bukan hanya sekedar alas kaki, tetapi berperan penting dalam melindungi kaki dari medan terjal yang bisa saja melukai kaki, atau gigitan binatang buas seperti ular. Tidak hanya itu, sepatu juga harus nyaman karena akan digunakan berjam-jam lamanya selama mendaki.

Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila hendak membeli sepatu gunung. 

Bahan sepatu. Hal pertama yang harus diperhaikan adalah bahannya. Pilihlah sepatu yang bahannya kuat, karena perjalanan mendaki sudah pasti melewati jalan yang tidak mudah dengan medan yang tidak mulus. Sehingga akan lebih aman apabila menggunakan sepatu dengan bahan yang kuat. Ngga lucu kan kalau ngga sengaja kesandung sekali dua kali trus robek. Selain kuat, bahan sepatu gunung harus nyaman, menyerap keringat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. 

Safety. Selain kuat, pilihlah sepatu yang mengutamakan safety/keamanan untuk pemakainya. Faktor keamanan tersebut setidaknya harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Memiliki Padding Engkel, yaitu bagian belakang sepatu yang persis mengenai engkel kaki. Gunanya untuk memperkecil risiko cidera pada engkel kaki saat keseleo. Perhatikan permukaan bagian dalam padding engkel, harus berbusa dan dilapisi bahan lembut agar meminimalisir risiko lecet kaki.
  • Memiliki Backstray (lapisan yang menutupi jahitan bagian belakang sepatu). Berfungsi untuk melindungi bagian tumit kaki bagian belakang (tendon achiles).
  • Memiliki Lidah Sepatu yang berfungsi untuk melindungi bagian atas/punggung kaki;
  • Memiliki Outsole yang bergerigi sehingga bisa mencengkeram tanah saat digunakan berjalan kaki dan tidak licin atau terpeleset. Outsole adalah bagian alas sepatu yang bersentuhan langsung dengan track yang akan kita lewati selama mendaki.
  • Memiliki Insole yang nyaman dan mengikuti bentuk permukaan telapak kaki, sehingga telapak kaki tidak cepat lelah. Insole adalah bagian yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki.
  • Memiliki Midsole yang kuat namun tidak terlalu keras. Midsole adalah bantalan yang terletak antara Outsole dan Insole
  • Memilikk Upper (bagian atas sepatu) yang melindungi seluruh permukaan kaki, termasuk bagian engkel.
  • Memiliki Rubber Toe Bumper yang cukup kuat. Rubber toe bumper adalah bagian terdepan dari sepatu, terletak persis di jemari kaki. Fungsinya untuk melindungi bagian jari kaki terhadap benturan, atau jika tertimpa benda tajam atau berat.

Well, tips di atas aku dapat setelah membaca berbagai sumber, salah satunya web aneka dan jenis hobi. Supaya lebih valid aku juga bertanya ke beberapa teman yang sudah sering mendaki. Untuk apa? Untuk dijadikan catatan jika suatu saat mau mendaki dan harus beli sepatu sendiri. Well, karena yang kepingin mendaki bukan cuma aku, tetapi juga anak-anak.

 

Pada beberapa kesempatan sih, aku sudah ajak mereka jalan-jalan sampai ke pintu gerbang jalur pendakian. Pernah ke Gunung Gede Pangrango, pernah juga Gunung Semeru. Suatu saat, kalau mungkin aku tidak bisa menemani mereka mendaki, biar mereka mendaki sendiri. Melanjutkan perjalanan yang pernah kami mulai bersama. Dan semoga jika mereka beneran menjadikan pendakian sebagai sebuah hobi, mereka menjadi pendaki yang baik, bertanggung jawab, dan niat yang lurus. Aamiin.

Advertisements

19 thoughts on “Memilih Sepatu Gunung Yang Bagus  

  1. Yup, sepatu gunung yang tepat itu akan menunjang dan mensukseskan pendakian kita. Kalau salah malah bikin gak nyaman dan jadi masalah. Jadi ingat pas naik ke Prau Dieng tahun lalu, aku cuma pakai sepatu lari biasa dari Nike. Duh, pas turunnya angkle kaki tersiksa. Mungkin karena memang tidak didesain untuk naik gunung, dan menunjang beban tubuh pada medan yang ekstrim. Beda dengan pas naik ke Annapurna di April 2016 lalu, karena pakai sepatu gunung yang tepat, jadinya trekking selama 8 hari tidak ada keluhan di area kaki *kecuali betis yang pegal abis*.

    Thanks sudah berbagi tips soal milih sepatu gunung nya ya. Ini bermanfaat banget 🙂

  2. setiap beli sepatu gunung selalu ada aja yang ganjal. mulai dr ga cocok ama bentuk kaki yg panjang dll. berujunh setiap pendakian selalu pakai sandal 😦 menyedihkan *lohcurhat*

  3. Ternyata pilih sepatu buat naik gunung juga nggak boleh sembarangan ya. Aku suka di daerah pegunungan tapi kalo diminta naik gunung, nggak kuat jalannya. Pinginnya naik kendaraan aja langsung sampai hehehe

  4. Semoga ketika ranu sudah cukup besar, mamas dan kakak sudah remaja, dan mbak noe – om tio sehat, kita bisa hiking santai bersama. Tidak perlu muluk-muluk mengejar puncak, khususnya Semeru, yang penting kebersamaan selama pendakian 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s