Naik-naik ke puncak gunung

Judul tulisannya kok sama dengan judul lagu anak-anak yang populer itu?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.
Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.
Kiri kanan ku lihat saja banyak pohon cemara.
Kiri kanan ku lihat saja banyak pohon cemara.”

Siapa sih yang nggak kenal sama lagu yang diciptakan oleh Ibu Sud tersebut? Hampir semua anak-anak Indonesia pasti tau dan hafal. Tapi, apakah mereka semua yang hafal juga suka naik gunung? Enggak juga lah ya. Naik gunung itu sudah pasti butuh banyak tenaga, atau dengan kata lain; pasti capek. Tapi, kenapa ada aja yang punya hobi naik gunung?

Setiap orang pasti punya alasan masing-masing. Kalo buat saya pribadi, naik gunung itu bermanfaat untuk melatih diri menjadi pribadi yang tangguh, pantang menyerah, mandiri dan nggak manja. Kenapa? Iya dong, saat kita bertekad kuat untuk mencapai puncak gunung, maka apapun akan dihadapi untuk mewujudkannya. Setelah sampai di puncak, seluruh rasa lelah akan terbayar dengan melihat pemandangan alam yang indah ciptaan tuhan. Dan kalo udah sampe di atas itu, kita jadi merasa kecil di tengah alam yang luas. Maka kegiatan naik-naik ke puncak gunung pun bisa membuat kita lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Nah, kebetulan di dekat rumah saya di kota Serang-Banten, ada sebuah bukit yang tingginya sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Bukit ini dinamakan Gunung Pinang. Saya sering ajak anak-anak saya, Daffa’ (6) dan Abyan (4), untuk hiking ke puncak bukitnya. Anggaplah ini latihan untuk mengenal kegiatan mendaki gunung. Alhamdulillah loh Daffa’ dan Abyan suka juga hiking di Gunung Pinang.

SONY DSC

Cerianya Abyan, kadang berjalan sambil sesekali melompat

Di Gunung Pinang ini sudah ada sarana jalan beraspal yang dibuat melingkar di badan bukitnya, dari bawah sampai ke puncak kira-kira sepanjang 2 kilometer. Jadi, Nggak terlalu berat untuk anak-anak kalo hiking disana. Bisa berjalan santai sambil bernyanyi bersama kicauan burung-burung, menikmati udara sejuk dan suasana hijau pepohonan. Dari puncaknya, kita bisa menikmati panorama teluk Banten, dan pemandangan lepas kota Cilegon dan Merak.

Duduk, istirahat dulu kalo capek ;)

Duduk, istirahat dulu kalo capek πŸ˜‰

Sesekali kalo capek jalan untuk menuju puncakjnya , bisa istirahat sambil bermain-main. Nanti kalo sudah hilang capeknya, lanjutin jalan lagi. Daffa’ dan Abyan itu anak-anak yang ceria, dan kalo lagi jalan-jalan sudah terbiasa mandiri dan nggak manja. Kalo capek, mereka akan bilang, minta istirahat. Ya, kadang-kadang minta gendong juga sih. hihihi.. πŸ˜€

Pemandangan dari puncak Gunung Pinang

Pemandangan dari puncak Gunung Pinang

Daffa’ dan Abyan sangat menikmati hikingnya. Disepanjang perjalanan selalu ada hal baru yang menarik perhatian mereka. Misal; kenapa ada sebatang pohon yang mati, batangnya kering dan tanpa daun? Sementara pohon-pohon lain hijau dan subur. Atau juga nggak jarang Daffa’ dan Abyan bertanya; itu pohon apa? Bunga apa? Burung apa? Waaah, kadang saya sebagai ibunya saja kewalahan menjawab pertanyaan mereka. Tapi coba ambil nilai positifnya, sambil hiking kita bisa sambil belajar juga ternyata. Seru kan?

Oya, selain Gunung Pinang, Daffa’ juga pernah hiking ke gunung lain loh, Gunung Krakatau. nih fotonya.

Daffa' hiking ke puncak gunung Krakatau

Daffa’ hiking ke puncak gunung Krakatau

Kalo Keke dan Nai, sudah pernah naik gunung belum? πŸ˜€

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

Advertisements

3 thoughts on “Naik-naik ke puncak gunung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s